Idris Pasaribu
embun pagi,
sebelum mentari menyembul dari balik bukit timur seberang danau
terbalur di sekujur tubuhku, tubuhmu jua bunda
diraup dari dedaunan hijau tepi danau
anti reumatik-anti tbc
tulang belulang cepat tumbuh dan lincah, ujarmu
embun pagi,
kuteguk sesendok setelah terbalur dalam tubuhku
dalam kanakku, aku bengong tak mengerti
dingin
dingin sekali
anti sakit perut, ujarmu
embun pagi,
sebelum mentari menyembul dari balik bukit timur seberang danau
ingin kupersembahkan kepada cucu bunda
barang seteguk-dua
tiada
sejak hutan entah kemana, ujarmu
Tuktuk Siadong, Des 2007
(Dari buku panduan Tour Danau Toba, Earth Society, 14 – 17 Juli 2008)
Dramatis Skali !~!!!!!~!!!!!~
Puisi berjudul BALADA EMBUN PAGI, puisi yang indah. Satire. Sudah tak ada lagi kah ombun di pagi hari di tepi Danau Toba?
Sedih dan haru membaca
Mantap Lae Idris. Boha molo baen hamu jolo puisi Bahasa Batak.
Mauliate