Jones Gultom
RESENSI
Judul Buku : Situriak Nauli
Penulis : Monang Naipospos dan kawan-kawan
Penerbit : Gramedia 2013
Tebal : 234 halaman

Ada beberapa hal menarik dalam buku kumpulan puisi ini. Pertama, puisi-puisinya terikat dalam satu tema khusus, yakni Danau Toba. Memang konteks Danau Toba, tidak muncul begitu saja dalam bentuk kata. Sehingga pembaca akan mendapati beberapa puisi yang (mungkin) sama sekali tidak menyebut-nyebut Danau Toba. Tetapi, Penyusun Buku ini, Monang Naipospos, agaknya punya pendapat berbeda. Boleh jadi, ia tak sekedar melihat tema itu dalam perspektif yang sempit.
Konteks Danau Toba itu, bisa saja terekam lewat perasaan, personifikasi objek, ungkapan khas bahkan tanda yang lebih luas. Apalagi bicara Danau Toba, tak lepas dari aspek lain. Misalnya, kultur masyarakat, lingkungan, kehidupan sosial, ekonomi atau persoalan khusus lainnya. Instrumen itulah yang dijadikan penanda. Kita ambil contoh penggalan bait puisi berikut, // mengapa pucuk-pucuk cemara di sekitar kuburmu masih menjilat-jilat langit // namun akar-akarnya sudah tak karuan membusuk // enggan memeluk bukit-bukit leluhur (“Warisan Leluhur” John Ferry Sihotang).
Lanjutkan membaca “Kumpulan Puisi Multidimensi”