Monang Naipospos
Sehubungan dengan adanya isu berkembang tentang adanya perusahaan yang hendak melakukan investasi Keramba Jala Apung di Danata Toba yang saat ini sedang berusaha mendapatkan Ijin Prisnsip dari Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir, tergerak hati melakukan konsultasi dengan Badan Lingkungan Hidup Propinsi Sumatera Utara di Medan.
Niat ini terlaksana tanggal 4 Desember 2014, narasumber Kepala Bidang Tata Lingkungan dan AMDAL dan pemaparan oleh Laksana Umanda Sitanggang, ST, MT staf ahli di bidang tersebut. Umanda memberikan hasil kajian Daya Tampung Beban Pencemaran Danau Toba (DTBP-DT) tahun 2012. Beliau menegaskan bahwa segala sesuatu ada batasnya. Diingatkan kembali tentang malapetaka yang terjadi di Danau Toba dan Danau Maninjau karena melampaui batas.
Peristiwa Peldatari I di Danau Toba tanggal 13 Juli 1997. Kapasitas penumpang kapal seharusnya 100 orang, namun dimuat penumpang 200 orang, sehingga kapal tenggelam dengan korban meninggal 83 orang
Peristiwa kematian ikan di Danau Maninjau sebanyak 400 ton tahun 2014 lalu. Daya dukung Danau hanya 6000 KJA, namun realita yang ada 14.000 KJA
Pemanfaatan Kawasan Danau Toba.
Sejak dahulu air Danau Toba sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber air minum dan keperluan domestik lainnya. Presentasi masyarakat pengguna air danau sebagai sumber air minum makin berkurang karena penurunan kualitas air danau. Sebagian masyarakat mencari alternatif lain berupa air gunung, sedangkan masyarakat lainnya tetap menggunakan danau karena belum mempunyai sumber lain.
Pada bagian hilir, Sungai Asahan yang mengalirkan air Danau Toba digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik dengan potensi total sekitar 1.056 MW
Air Danau Toba yang jernih dan tenang serta memiliki dasar dalam membuat danau ini sangat baik untuk budidaya perikanan.
Kebijakan Pengelolaan Kawasan Danau Toba
Untuk memelihara, mengendalikan dan meningkatkan mutu lingkungan hidup serta mengoptimalkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkesinambungan, Pemerintah Propinsi Sumatera Utara telah menerbitkan Peraturan Daerah No. 1 tahun 1990 tentang Penataan Kawasan Danau Toba
Penduduk dilarang:
- Perladangan berpindah
- Merambah dan membakar hutan
- Melepaskan ternak ke danau
- Membuang limbah ke danau
- Menambang bahan galian golongan C
- Menyuci kenderaan bermotor di danau
- Membiarkan ternak berkeliaran
- Membiarkan eceng gondok
- Mendirikan bangunan dalam rentang 50 m dari pantai
Lake Toba Ecosistem Management Plan (LTEMP) pada tahun 2004 mengutarakan visinya; terciptanya ekosistim kawasan yang mampu menjamin integritas lingkungan hidup serta mendukung kehidupan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Tujuan LTEMP sendiri adalah meletakkan landasan pengelolaan ekosistem Danat Toba saat ini dan ke masa depan dalam mencapai daya dukung ekosistem yang berkelanjutan yang meliputi 7 sasaran manfaat ;
- Air layak dipergunakan dan diproses sebagai sumber air minum
- Memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan Ekosistem Kawasan Danau Toba.
- Lahan di Daerah Tangkapan Air mempunyai fungsi ekosistem yang optimal
- Ikan dan Hasil Pertanian layak dikonsumsi / tidak terkontaminasi
- Air Danau Toba dapat dipergunakan sebagai sumber
- Tenaga listrik/wisata
- Ekosistem flora dan fauna dalam keadaan sehat dan terpelihara keanekaragaman hayatinya
- Udara mendukung kehidupan ekosistem yang sehat
Pemerintah Pusat melalui PP 26/2008 KSN dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan.
PerPres No. 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan sekitarnya.
-
Mewujudkan kawasan Danau Toba sebagai air kehidupan (Aek Natio) masyarakat, ekosistem, dan kawasan kampung masyarakat adat Batak dan pengembangan kawasan pariwisata berskala dunia yang terintegrasi dengan pengendalian kawasan budi daya sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup serta adaptif terhadap bencana alam.
UU 32/2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
-
Pasal 12 ayat (2) pemanfaatan sumber daya alam dilaksanakan berdasarkan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup
-
Pasal 17 ayat 2 (b), bahwa segala usaha dan/atau kegiatan yang telah melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup harus dihentikan
PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 28 TAHUN 2009 TENTANG DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN AIR DANAU DAN/ATAU WADUK
-
Daya tampung beban pencemaran air danau dan/atau waduk adalah kemampuan air danau dan air waduk untuk menerima masukan beban pencemaran tanpa mengakibatkan air danau dan air waduk menjadi cemar.
KONDISI SAAT INI
Danau Toba telah menjadi pembuangan limbah raksasa yang berasal dari; Limah Domestik, Limbah Peternakan, Limbah Perikanan dan Limbah dari Pemanfaatan lahan.
LIMBAH DOMESTIK
Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan kerumahtanggaan
Faktor Beban Limbah Domestik (Economopoulos, 1993)
Beban Limbah domestik
LIMBAH PETERNAKAN
Faktor beban dari berbagai jenis ternak (kg/ekor/hari)
Jumlah Ternak di DTA Danau Toba (BPS)
Beban Limbah dari Peternakan
LIMBAH PERIKANAN
Jumlah KJA di Danau Toba 8912 unit (survey BLH-SU, 2012 & data PT. Aquafarm)
FCR PT. Aquafarm = 1,9 (1,9 ton pakan/1 ton ikan)
FCR Masyarakat = 1,5 (1,5 ton pakan/1 ton ikan)
LIMBAH PEMANFAATAN LAHAN
Luas Penutupan Lahan DTA Danau Toba 2012 terdiri dari ; Hutan, Belukar, ladang/Belukar, Rumput/Belukar, ladang/Rumput, Ladang, Rumput, Sawah, Lahan Terbuka, Danau seluas 337.238,81 Ha
Faktor beban dari berbagai jenis pemanfaatan lahan
Limbah dari berbagai jenis pemanfaatan lahan dan curah hujan
Status Mutu Air Danau Toba
Total Phosphor
Phosphor merupakan salah satu komponen penting bagi pertumbuhan tanaman dan hewan. Phosphor dalam bentuk dasar sangat beracun dan dapat terakumulasi dalam mahluk hidup. Phosphat (PO4) dibentuk dari elemen phosphor. Phosphat sesungguhnya tidak beracun terhadap manusia maupun hewan, kecuali dengan konsentrasi yang sangat tinggi.
Kandungan T-P yang diukur tahun 1996 mencapai 0,065 mg/ltr. Kadar ini sudah melebihi kadar phosphor untuk perairan oligotrofik yakni 0,01 mg/ltr. Dalam kurun 12 tahun, kadar phosphor di perairan Danau Toba telah meningkat hingga 69,2%.
Daya Tampung Beban Pencemaran terhadap Budidaya Perikanan.
Berdasarkan perhitungan beban pencemar dari sumber-sumber teridentifikasi, diketahui bahwa sektor budidaya perikanan menyumbangkan pencemar T-P sebesar 68,7% sedangkan sektor lainnya hanya 31,3%. Dengan kondisi ini, maka danau Toba tidak memiliki daya dukung lagi terhadap budidaya perikanan.
Daya Dukung
- BLH : 30.764 ton ikan/tahun
- LIPI : 35.282 ton/tahun
- KKP : » 40.000 ton/tahun
- Produksi : 54.935,5 ton ikan/tahun
Saat ini jumlah beban pencemar phosphor dari sumber teridentifikasi mencapai 1.575,53 ton pertahun, 1.082,1 ton diantaranya berasal dari kegiatan budidaya perikanan sedangkan sisanya 493,43 ton berasal dari DTA dan curah hujan.
Kesimpulan
Status mutu air Danau Toba pada semua titik pantau sudah tercemar sedang. Jumlah beban pencemar yang masuk ke danau juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Beberapa sumber pencemar yang diidentifikasi serta dihitung kontribusinya untuk parameter tertentu adalah limbah domestik, pertanian serta pemanfaatan lahan lainnya, peternakan, curah hujan dan budidaya perikanan.
Phospor sebagai indikator pembatas budidaya perikanan, telah memiliki kadar yang melebihi baku mutu untuk status oligotrofik. Diantara sumber-sumber pemcemar yang terindikasi, budidaya perikanan merupakan penyumbang phosphor terbesar.
Oleh karena kadarnya sudah melebihi baku mutu, maka kegiatan-kegiatan yang menyumbangkan phosphor harus dibatasi dan/atau dikurangi baik dari daerah tangkapan air maupun dari perairan danau sendiri.
Untuk menyesuaikan kadar phosphor dengan daya tampung beban pencemaran, maka jumlah phosphor dari daerah tangkapan air harus dikurangi hingga 43% sedangkan dari kegiatan budidaya perikanan harus dikurangi hingga 44% dari kondisi pada tahun 2012. Salah satu bentuk pengurangan kadar phosphor dari budidaya perikanan adalah mengurangi volume KJA hingga 44% dari kondisi 2012.
Mengingat status mutu air saat ini sudah tercemar sedang, maka pengendalian pencemaran sepatutnya menjadi prioritas utama. Ketiadaan pengendalian pencemaran secara holistik akan mendorong status mutu air bergerak dari cemar sedang ke cemar berat.
Rekomendasi
Untuk melestarikan fungsi ekosistem kawasan Danau Toba sebagaimana amanat Undang-undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka beberapa upaya yang patut dilakukan adalah :
-
Mengurangi beban pencemaran ke Danau Toba baik dari daerah tangkapan air maupun perairan danau dengan presentasi minimal masing-masing 43% dan 44%.
-
Upaya pengurangan beban pencemar dari daerah tangkapan air dapat dilakukan melalui pembangunan instalasi pengelolaan air limbah serta pelestarian buffer zone sedangkan dari perairan dengan mengurangi produksi ikan (mengurangi jumlah keramba jala apung)
-
Perlu pengujian kualitas air secara berkelanjutan untuk mengetahui perubahan kualitas air serta perubahan daya dukung dan daya tampung perairan danau.
-
Upaya pengurangan volume budidaya perikanan perlu didahului sosialisasi serta pendekatan persuasif khusunya terhadap masyarakat.
Sumber; Konsultasi di BLH Provsu dan Kajian Daya Tampung Beban Pencemaran Danau Toba (DTBP-DT) tahun 2012
seandainya saja sy bisa mengatakan (memohon) “jangan cemari danau toba” ada ‘ga ato siapa yg mendukung?,
kalau saja pemerintah serius mau memajukan rakyat batak di tepian danau toba , lewat pariwisata,
seandainya , kalau saja dst dst….
mari kita sama sama bersuara “tidak” “jangan” untuk melawan ,siapapun yg ingin/mau merusak keindahan danau toba.
setuju…? saya setuju do bah.
smoga
txs
Terima kasih atas infonya, artikel ini sangat bermanfaat.
Halomoan L Tobing
16 Desember pukul 20:12 · BlackBerry Smartphones App
Fyi, Yayasan Pencinta Danau Toba, telah memiliki personalia kepenguras sbb:
Pembina YPDT Ketua : Drs Inget Sembiring;
Pengurus YPDT Ketua Umum:Drs Maruap Siahaan MBA;
Pengawas YPDT Ketua:
Mayjen TNI (pur) R.K. Sembiring Meliala
Fyi, Yayasan Pencinta Danau Toba, telah memiliki personalia kepenguras sbb: Pembina YPDT Ketua : Drs Inget Sembiring; Pengurus YPDT Ketua Umum:Drs Maruap Siahaan MBA; Pengawas YPDT Ketua: Mayjen TNI (pur) R.K. Sembiring Meliala
di kutip dari fb; gerakan peduili toba (rap tobasa)
Semoga ada cerita yang dapat dipetik, ada hikmah yang dapat di ingat dan silaturahim yang terjalin.
blog ini luar biasa
artikelnya berkualitas dan inspiratif saya sangat suka dengan blog agan
menarik, enak bacanya dan bermanfaat
saya penggemar agan salam kenal and salam sukses
HORAS !!
wih blognya cukup menginspirasi nih! visit blog ane jugaya! 🙂
nice info kunjungan malam mampir http://soner-graph.blogspot.com/2015/01/jokowarinocom-tempat-berbagi-informasi.html
termakasih infonya, visit blog dofollow saya juga ya gan 🙂 , Afric
bener gan, teknologi berkembang sangat cepat seperti waktu… secepat kilat , Aaron
BAHAN KONVERGENSI PRINSIPAL :
1. TATANAN
1.1.PRT POPULASI RISORSI TEKNOLOGI
1.1.(DGK DEMOGRAFIKA GEOGRAFIKA KULTUROLOGIKA)
1.2.KESEIMBANGAN 3 FAKTOR PRT / DGK PENDUKUNG WADAH
1.3.BERTUMBUH BERSINAMBUNG LESTARI GENERASI REGENERASI
1.4.TATANAN TBB TEPAT BAIK BENAR / ASM
1.5.DAPAT DITETAPKAN DALAM MATEMATIKA TEPAT FORMASI BAIK DAN BENAR
1.6. KINI IPTEK NAVIGASI SUDAH DAPAT MENUNJUK RENCANA TBB
1.7.APA MENGAPA BAGAIMANAMESTI SUBSTANSI EKSISTENSI UTILISASI
2.IPTEK PERIODE I 1945/1995 DAN II 1995/2045 DL IMPLEMENTASI
2.1.JANGAN LAGI INTUITIP TRADISIONAL
2.2.LAKSANAKAN MAKSIMAL IPTEK PAMRIH PASRAHB TUHAN
2.2.ITSS ILMIAH TEKNO TELEOLOGI SEKULQR KE SAKRAL TEOLOGI
2.2. ITULAH ORA ET LABORA (OTOMATISME)
3.MARI REORIENTASI KONVERGENSI JABARKAN IMPLEMENTASI AKADEMIKA 3.UNIVERVERSITARIA HONORISKAUSA
4.NDH TURUT PENCERAH GP GENERASI PENERUS, VOLUNTIR.
5.HH 14 5 2015
TAMBAHAN NDH :
TEMA PRT / DGK
(POPULASI RISORSI TEKNOLOGI / DEMOGRAFIKA GEOGRAFIKA KULTUROLOGIKA) :
1. Warga LSM khusus TRIAPOLITIKA supaya makin meningkat Quantum Qualitas
2. Implementasi Dimensi I II III : KP KE KF (Kausaprima Kausafinalis)
3. KF Kausafinalis terutama :
3.1.Setelah Warga memilih menjabatkan menugaskan TRIASPOLITIA
3.2.Menggaji mereka
3.2.1Hendaknya tingkatkan duiri trampil pakar ide konsep implemantasi pembangunan
3.2.2.di Sektoral
3.2.3.Meningkatkan ketrampilan kepakaran Warga di sektoral sebagai :
3.2.4.Pewirausaha Kecil Menengah Besar : Padatkarya
3.2.5.Karyawanterampil di Wirausaha
4.Kita sampai kini cq BATAK
4.1.sudah unjukdiri sebagai akademika dll
4.2.jasanya mungkin sampasi pada VISI KP KE
4.3.baru tuntas tentunya kini haRUS sampai KF Kauasafinalis : Perodukahir
5.Silahkan Reorientasi Jabarkan Konvergensi akademika universitaria honoriskausa
6.NDH Tueut Pencerah GP Generasi Penerus, Voluntir
7.HH 15 5 2015
Horas Pak Naipospos, saya sangat terkesan dengan informasi tentang pencemaran dan daya tampung beban Danau Toba yang ditayangkan di blog ini, untuk tahun 2012. Lalu bagaimana dengan tahun sekarang 2015 ini apa pencemarannya masing sedang-sedang saja?
Melani…
Horas….. bagaimana kabar dari Samosir
Untuk mengetahui perkembangannya sebaiknya kita menyempatkan konsultasi ke BLH Sumut. Mereka terbuka dan memberikan data berdasarkan penelitian mereka.
Terimakasih infonya, sangat bermanfaat. Promo Liburan Murah di Jogja, klik saja http://tourfilmjogja.com/liburan-murah-di-jogja/
ULANGKIRIM RALATSEKADAR
ND HUTABARAT
Mei 15th, 2015 pukul 15:10
TAMBAHAN NDH :
TEMA PRT / DGK
(POPULASI RISORSI TEKNOLOGI / DEMOGRAFIKA GEOGRAFIKA KULTUROLOGIKA) :
1. Warga LSM khusus TRIASPOLITIKA supaya makin meningkat Quantum Qualitas
2. Implementasi Dimensi I II III : KP KE KF (Kausaprima Kausefisiensi Kausafinalis)
3. KF Kausafinalis terutama :
3.1.Setelah Warga memilih jabaran tugaskan TRIASPOLITIKA
3.2.Menggaji mereka
3.2.1.Hendaknya tingkatkan diri trampil pakar ide konsep implemantasi pembangunan
3.2.2.di Sektoral
3.2.3.Meningkatkan ketrampilan kepakaran Warga di sektoral sebagai :
3.2.4.Pewirausaha Kecil Menengah Besar : Padatkarya
3.2.5.Karyawanterampil di Wirausaha
4.Kita sampai kini cq BATAK
4.1.sudah unjukdiri sebagai akademika dll
4.2.jasanya mungkin sampai pada VISI KP KE
4.3.baru tuntas tentunya kini harus sampai KF Kauasafinalis : Perodukahir
5.Silahkan Reorientasi Jabarkan Konvergensi akademika universitaria honoriskausa
6.NDH Turut Pencerah GP Generasi Penerus, Voluntir
7.HH 15 5 2015 / 2 6 2015
NDH :
FORMULA Hukum PRT (Populasi Risorsi Teknologi) itu tentu wajib dilalsanakan Bersinambung Lestari Value Added Generasi Regenerasi dari Rancangan Semesta Jangka Panjang Menengah Pendek, mernjadi juga Habitat dari Warga Setempat dan seterusnya. Hal ini berrtalian dengan Harmoni habitat kewirausahaan berpendapatan harmoni pendapatan perkapita Masyarakata PRT (DGK Demografika Geogr4afika Kulturologika ) iotu !!! Re Teleolofgi ASekular ke Sakeral Teologi, dari IPTEK Manusia ke IPTEK Tuhaniah, = IPTEK Navigasi dilakukan TBB Tepat Baik Benar Pamrih Pasrah Amanah Tuhan Dasar HAM HAA Hak Azasi Alam PS Panca Sila, Re Implemenatsi Hindu Bali dan Parmalim dsb = Ritual Hidup yang variatip ASM (akuratipsymbiosemutualis) di segala bidang Alamraya Ubniversum !!!
Hamburg t5-6-2015
NDH :Juga: KYMATICA – FULL LENGTH MOVIE – Expand Your Consciousness!!! – YouTube – RE MN Monang Naipospos dst:
– Saya risersi beliau MN di anggota DPRD Taput – Juga Sekum Parmalimbatak. – Penarrasi Berbakatahap Berpengetahuan Mengerti arh Pemahaman DGK Demografika Geografika Kulturologika. – Diskusi dg beliau MN / Kita dalam Teleologi Sekular ke Sakral Teologi, AO AlfaOmega. – Teleologi : Dari Omega Konvergen ke Diverger kembali lagi tuntas Konvergen, dari Awal pulang ke Awal, setelah Manusia Generasi Regenerasi berpengalaman berpelajaran mengevaluasi menertapakan yang seharasnya apa mengapa mestinya utilisasi existensi manusias itu dengan alamnya. – Yang Abadi memberi harapan kepada manusia mungkin- kan dari awal ke universum pengalaman pembelajaran bisa tuntas masuk jadi elemen mulia tbb tepat baik benar Tuhaniah; sedangkan elemen yang tidak mulia akan habis ahirat selama-lamanya, sehingga jelas pada manusia yang memahami bukan lagi hanya didressir tetapi lepaskan diri dari materi yang takabadi yang menjadi hilang ampas terbakar hangus. – Tentu Pelaku Sejati re Hindubali dan Parmalimbatak dsb akan bergabung dalam Abadi itu, di situ IPTEK Tuhaniah yang berlaku. – Selama Hidup saya NDH sarankan kesimpulan: Hiduplah Ora Et Labora TBB Tepat Baik Benar Tuhaniah. – NKRI pd 01.06.1945 telah mencapai dan memproklamir- kan Tuhaniah itu dalam Dasar HAM HASA Hak Azasi Alam PS Panca Sila, serrta m,ernnyebarkan ke Dunia Universum. – Reorientasilah Matangkan Akademika Universitaria Honoriskausa. – Sugeng Pangestu, HJG Horas Jala Gabe, GBU !!! – NDH Turut Pencerah GP Generasi Penerus, Voluntir – HH 05.06.2015
Sayang sekali kalo lingkungan yang indah dan nyaman dicemari oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Salam kenal bro http://arul.my.id
Selamatkanlah Danau Toba.
Hampir tidak ada lagi kebanggaan pada bangsa ini yang hanya bisa merusak sekian banyak anugerah Tuhan. Semoga menjadi perhatian kita bersama, terima kasih anda telah membagi info.
blognya memberikan informasi yang lengkap.
mau tahun investasi cerdas? lihat di http://citrarayacity.co.id/investasi-cerdas/
saya masih ingat waktu tahun 90 an, kalau ke danau toba itu air nya jernih dan bersih. kita bisa berenang dan tidak takut akan lintah. sekarang sejak banyak pembudidayaan ikan di keramba, membuat air menjadi lebih keruh karena pengaruh dari pelet / makanan ikan yang di tebar di kerambah. belum lagi di tahun 2015 saya ke danau toba, habis berenang, kaki saya di gigit sama lintah. mengerikan sekali
Horas.. jangan kotori danau toba kami … bah
wah, danau toba merupakan salah satu aset bangsa dan harus dipelihara dan dilestarikan dengan baik…
Tankap pencemar danau Toba!
Lestarikan Keindahan Danau Toba
Mari Masyarakat batak diseluruh penjuru Nusantara juga yang berdomisili di-mancanegara kita dukung pengembangan kemajuan kampung-halaman kita (bonapasogit), Selagi ada Warga batak yang dukuk di Pemerintahan saat ini yang dapat menjembatani/mem-pelopori Ide dan msh di dengar di tingkat Pusat Pemerintahan, Semoga Tuhan Mengurapi beliau-beliau yang menjadi Pelopor kemajuan TOBA sekitarnya, mari dukung sepenuhnya, kita jauhkan pemikirian yang menghalangi kebaikan.
Ai na lao do nuaeng marjalang tu huta na dao manang na marborngin di balian do nuaeng, parhobas ni Tanobatak on. Songon na soadong binereng angkan ulaon na imbaru.
Pangidoan nean sotung gabe songon na mandele manang losok rohamu laho manurathon angka barita dohot angka na asing taringot tu Habatahon
Mauliate
NDH :
IPTEK MEMELIHARA DAERAH DANAU TOBA
(DDT)
1. RE : MILIS / KOMENTAR
2. KONVERGENSI :
2.1. Sudi rilis lapuran Rencanasemesta “Apa Mengapa Bagaimanamesti” DDT.
2.1.1.Termasuk Tema Keramba di DDT.
2.1.2.Pamrih pasrah Iptek PRT DDT tentu tujuan mungkin dicapai.
2.1.3.Iptek Pimpinan NKRI Kini (2014-2019) membuka jalan.
2.1.3.1.Iptek Nitrobakter dll kini digunakan
2.1.3.2.Re Info dan Seruan Penemu Niktrobakter pd Pres JW.
2.1.4.Triaspolitika Stempat DDT diaktipkan maksimal.
2.1.5.NB : Re cq Dialog (SEW-NDH) Paska P4 Nas 1981 di Idar Oberstein /Jerman
2.1.5.1.Implementasi Pengamalan Bersinambung Lestari Nilai Tambah PS
2.1.5.2.Butuhkan Pembanghunan Manusia Pembangun
2.1.5.3.Lakukan Wadah Formal dan Informal (Cq School By Doing)
2.1.5.4.Dg UNITA, UNH, dll teruskan wadah realisasi Iptek itu.
3. Reorientasilah akademika universitaria honoriskausa.
4. NDH Turut Pencerah, Voluntir, K-8.
5. HH. 20 4 2016
kalau ga ada danau toba ga kebayang deh warga sekitar hidup mengandalkan apa..
jadi patut dijaga dan dilestarikan jangan dicemarkan karena sekarang maraknya trend kekinian yang hanya melandaskan keindahan guna mendapatkan foto trus dipajang di berbagai media sosial tapi tak dijaga kelestariannya, jaga juga kebersihan nya jagan membuang sampah sembarangan..
Jika sampai ada keramba jala apung di Danau Toba, itu akan sangat mengganggu pemandangan tentunya, ya pak…
#safe for Danau Toba#
Salah satu kebudayaan dan keindahan alam indonesia, I love danau toba,,
please visit : http:kawat-silet.blogspot.co.id
Terima kasih ataas informasinya