SULANGSULANG HARIAPAN DALAM TRADISI TOBA

Monang Naipospos

Sulangsulang Hariapan adalah ritual budaya Batak Toba yang paling agung. Penyampaian penghormatan tertinggi sesuai adat istiadat kepada orangtua semasih hidup. Dalam syair lagu Batak Toba ada juga menyiratkan agar melakukan kebaikan yang bisa dinikmati orangkua semasih hidup. Kebaikan itu bukan saya sebagai perbuatan antara anak dengan orang tua, namun sebaikbaiknya diaplikasikan dalam tatanan adat yang sudah tersidat dalam kebudayaan luhur itu.

Saat acara sulangsulang hariapan dilaksanakan, beberapa waktu sebelumnya, atau sehari sebelumnya, dihadapan para kerabat, orangtua mengaturkan pewarisan harta benda kepada anakanaknya. Inilah Legislasi Hukum Adat Hak Waris tingkat kedua. (Tingkat Pertama adalah saat manggoli sinamot)

Lalu di kemudian hari banyak menghindari pelaksanaan upacara ini dengan berbagai alasan yang mengada-ada, seperti;

1. “Kalau orang tua yang sudah disulangi semakin sehat maka akan berdampak buruk kepada anak anaknya”

2. “Orang tua yang sudah menerima sulangsulang hariapan tidak bisa lagi mengilkuti upacara adat kepada kerabatnya”

Atau masih ada lagi alasan lain yang menakutkan? Saya katakan semua itu tidak ada dasar kebenarannya

Kalau orang tua masih tetap saja sehat, dimana ada fakta kalau turunannya menjadi sakit, kecuali memang awalnya sudah penyakitan?

Kenapa orang yang sudah menerima sulangsulang itu membatasi diri seperti menjadi pembicara adat dalam klannya? Adalah upaya agar anakanaknya atau generasi dibawahnya menampilkan diri. Jadi bukan tidak bisa ya bro. Tidak ada yang lebih membahagiakan orang tua masa lalu bila anaka-naknya bisa tampil kedepan menjadi pemimpin dan orator adat.

Sejak inilah anak pertama dan dan anak selanjutnya menjadi perwakilan keluarga menjadi perwakilan adat dan tampil dalam setiap acara adat dan kerapatan masyarakat.

Orang tua yang sudah mendapatkan sulangsulang hariapan bukan tidak bisa menjadi pemuka adat dan masyarakat, namun ini kesempatan baginya beralasan agar anakanaknya tampil selangkah kedepan.

Apakah menurut anda, anak langsung terima maju dikedepankan kalau orangtua masih ada disana? Pastilah ditolak semasih bapak masih ada, kan?

Lalu kapan anakanak tampil kedepan dalau rangtua masih mendominasi?

Apakah karena kesalahpahaman para orang tua masa kini menolak sulangsulang hariapan karena dia masih ingin tampil? Bukankah generasi sekarang tidak berpikir memberikan sulangsulang hariapan karena alasan yang tidak dicerna otak sadarnya itu?

Lalu, kapan anakanak memberikan penghormatan tertinggi kepada orangtuanya dalam tradisi leluhur kalau masih bercokol momok menakutkan yang tak berdasar itu?

Lalu kenapa harus menggantikan judul sulangsulang hariapan menjadi Ulang Tahun?

Ada-ada saja…

Satu tanggapan untuk “SULANGSULANG HARIAPAN DALAM TRADISI TOBA

Tinggalkan komentar