Monang Naipospos
Leluhur Batak Toba sejak jaman dulu sudah mengenal permata dan barang hiasan emas dan perak lainnya. Untaian permata ini disebut Simata Godang yang biasa digunakan pria dan ponding simata untuk para wanita. Mereka pada umumnya orang terpandang di masyarakat.
Selain pakaian kebesaran dari tenunan pakaian tertinggi, ada juga asesori puntu dan leang, ponding dan sitepal.
Apabila anda adalah keturunan ompu yang bergensi dalam kehidupan masa lalu dan memiliki Simata Godang asli maka rawatlah sebagaimana leluhur merawatnya di masa lalu.
Permata itu memang berbagai jenis dan warna dan diakui adalah kristal alam dan memiliki energi alam juga. Nggak perlu takut, ngga ada setannya. Tentang batu permata alam, anda bisa juga cari refrensinya.
Bagaimana ompung kita merawatnya di masa lalu?
Bila Simata Godang baru didapatkan dari penjual atau penempanya maka lebih dulu dilakukan treatment awal dengan mencucinya dengan air garam. Ini dimaksudkan agar menetralisir energi negative dan dampak bawaan dari sentuhan sentuhan dari orang orang sebelumnya. Pembuka awal, Simata Godang telah punya pemilik baru.
Kemudian setelah kering, diasap dengan asap dupa, kemenyan dan wewangian lain untuk memperkuat energi positiv. Bila anda merasa seram dengan kemenyan dan dupa, bisa dengan menggunakan essential oil (bukan parfum mengandung alkohol)
Apabila sudah anda gunakan usahakan jangan dipakai sama orang lain terkecuali suami/istri, orang tua, dan anak kandung. Karena pada masa kini sering orang meminjam dan meminjamkan barang pusakanya kepada orang lain untuk gagahgagahan dan mengharapkan uang sewa.
Bila dipakai orang lain selain keluarga sendiri, bisa terjadi ikutan energi negativ pada benda pusaka anda sendiri. Bila ini terjadi harus treatment ulang untuk menetralisirkannya kembali.
Memiliki Simata Godang, kita berbicara dengan energi alam semesta, tak ada bedanya dengan berlian dan intan dan tidak ada pantangan bagi siapa pun menggunakannya. Jangan terlalu di mistiskan.
Hanya saja, pada jaman dulu benda ini hanya dimiliki orang berkemampuan, sehingga sulit kita temukan lagi saat ini pada mansyarakat umum.
Anda mungkin pernah melihat photo orang besar leluhur kita di masa lalu dengan pakaian lengkap sempurna yaitu; Ikat kepala Tumtuman Raja (Tidak seperti yang anda katakan sekarang ini hohos suranti menjadi tumtuman) Handehandenya Surisuri nanirintaran (Surusuri marpunsa) Abitna Simarinjam sisi, Hohosna Suranti, Puntu Gading, Leang Tumbaga, Horunghorung Simatagodang, Tungkot Balehatraja (tidak relevan dengan tunggal panaluan).
Sebagai asesori tambahan, ada hampil (tas sandang).
Hargailah barang pusaka leluhurmu di masa lalu, sehingga menjadi kebanggaanmu masa kini. Ambbilah manfaat positifnya. Dan, saya akan menghormati anda sebagai turunan bangsawan Toba masa lalu.
Dalam photo adalah yang tidak lagi seperti aslinya. Mungkin ini dari plastik yang banyak dijual dipasaran.