SURANTI, TENUN IKAT TOBA

Monang Naipospos

Siapa yang terima bila kebiasaan yang sudah lama dilakoni menjadi pemahaman baru, bahkan sudah jadi budaya baru, disebut salah? Sudah berakar lama sebutan tenunan ini TUMTUMAN.

Pada masa lalu, tenunan ini dibuat ikat pinggang para raja raja yang disebut SURANTI. Digunakan menjadi kepala pengunci “Abit” dari ulos Simarinjam sisi. Kelengkapan pasangan pakaian ini adalah; handehande surisuri nanirintaran (surisuri na marpunsa) dan tali-tali “tumtuman” (kain hitam rambu merah).

489564530_10161429610969397_7381114506374647841_nBisa juga digunakan jadi hande, mendampingi ulos hande. Disebut juga peran pendamping hande ini sebagai pengawal “sande sande” untuk mendampingi “hande hande”. Pasangan ini juga disebut hande huliman atau sande huliman. Yang menggunakannya juga para raja atau pemeran khusus dalam kerajaan bius. Termasuk para permaisuri.

Hande itu artinya sandang. Sande itu artinya bersandar.

Peran sande inilah yang sekarang marak kita melihat dengan penggunaan kain putih untuk jelata. Berbeda dengan yang digunakan para raja.

Sisingamangaraja juga memiliki SURANTI sejenis untaian logam yang digunakan saat mengembara.

Ini sekedar memberi tahu, karena kejadian menyimpang yang terjadi sudah sangat berat dan tidak mudah dikembalikan lagi.

Tinggalkan komentar