Monang Naipospos
Sudah lama kita melihat riasan pengantin Toba ala Jawa dan Melayu dengan topi kerucut itu. Sebenarnya, adakah cara Toba yang patut ditiru dan dikembangkan?
Ya, inilah dia. Saat pernikahan Jesral Tambun semua diadakan beraksen Toba.
Gondang Sabangunan, manortor Toba (jauh dari hurahura dan marhujingjang) dan tata rias kepala dan pakaian pengantin Toba.
Lihat dalam photo.
Pengantin wanita dengan riasan rambut; mangemange, banebane, napuran, bunga rondang dan beringin.
Mangemange bermakna pengharapan, kelopak bunga yang wangi kelak mekar menjadi buah. Banebane adalah tumbuhan wangi semasih muda, dan semakin tua semakin wangi pula.
Napuran Martomu Uruk, diartikan akar daun ketemu, dimaknai isi hati dan rencana yang bertemu, nyambung.
Beringin bertanda paniaran parsanggul baringin, mengartikan si pengantin perempuan menjadi hitungan baru dalam klan itu.
Bunga rondang, bermakna pengharapan yang cerah.
Ini bukan karena mahalnya melati, tapi karena kami memiliki warisan yang memiliki arti,
Horas partimpus toba.
Dalam Photo; Pasangan Pengantin
Jesral Tambun/br Marpaung.
28-07-2016