ADAKAH TORTOR SIPITU SAWAN?

Monang Naipospos

Sekarang ini marak kelompok tari mempelajari dan menari kreasi dengan meletakkan tujuh cawan kecil di tubuhnya. Saya sering bertanya, apakan ini warisan dari leluhur?

Pertama sekali tarian ini ditampilkan penari Yayasan Pusuk Buhit Sakti asuhan alm Sorimangaraja Sitanggang, binaan istri beliau Sedihma Silalahi.

Satu ketika ibu Sedihma datang ke rumah saya minta bantuan penari penyambutan Presiden Jokowi pertama sekali ke Toba. Saat itu saya membina Sanggar Pande Nauli.

Saat itu saya bertanya kepada beliau asal muasal tarian tujuh cawan itu. Beliau menjelaskan dia pernah bermimpi. Dari mimpinya itulah dia membuat kreasi tortor itu.

Saya menegaskan kepada beliau agar mengklaim kreasi itu karya cipta intelektualnya. Terserah apa berdasarkan mimpi ajau kepiawaiannya. Saya katakan bahwa itu bukan warisan leluhur. Beliau hanya diam, tak tau harus berbuat apa. Terlanjur menyebut itu warisan leluhur.

Tak ada ceritanya dulu ada menarikan tujuh cawan kecil secara kelompok maupun pororangan. Menyatakan itu warisan leluhur adalah menyesatkan.

Setahuku, dulu ada tortor sibaso dengan menjinjing cawan besar berisi air pangurason. Dia menari, menghentak, kadang melompat tanpa memegang cawan di kepalanya. Kalau seperti itu bisa diperagakan kembali, barulah keren. Tarian itu disebut “Tortor Ni Boru Sibaso”. Tarian ini biasanya paduan raksa Bindu Matoga oleh ahli nujum pada upacara saem (ruwat).

Tunjukkanlah apa yang pernah ada, jangan mengada ada.

Tinggalkan komentar