TATA RIAS PENGANTIN TOBA

Monang Naipospos

Sudah lama kita melihat riasan pengantin Toba ala Jawa dan Melayu dengan topi kerucut itu. Sebenarnya, adakah cara Toba yang patut ditiru dan dikembangkan?

Ya, inilah dia. Saat pernikahan Jesral Tambun semua diadakan beraksen Toba.

Gondang Sabangunan, manortor Toba (jauh dari hurahura dan marhujingjang) dan tata rias kepala dan pakaian pengantin Toba.

Lihat dalam photo. Lanjutkan membaca “TATA RIAS PENGANTIN TOBA”

PELESTARIAN BUDAYA, KATANYA

Monang Naipospos

Banyak kelompok dan grup di FB dan WA yang bergenre Pelestarian Budaya dan Adat Batak. Banyak yang mengundang saya di FB dan melibatkan langsung di WA.

Jarang saya memberi umpan disana dan tidak pernah berkomentar. Pernah pertama sekali saat populernya group FB saya memberi pendapat, lalu diserang habis oleh mereka yang tidak saya kenal. Mereka kebanyakan kaum muda yang sebaya anak sulung saja. Ampun …….., saya tidak pernah lagi memasuki grup seperti itu. Dan dari GWA perlahan menunggu waktu saya keluar agak lebih senyap. Lanjutkan membaca “PELESTARIAN BUDAYA, KATANYA”

MANSOADAHON JAMBAR NI INA NAMABALU

Monang Naipospos

Adong hubege di sada luat, dang dipadohot be ina namabalu manortor paniaran. Dang dapotan be ina namabalu jambar tataring.

Molo toho do dipamasa hamu sisongon ii, ingot hamu ma,….. sala do hamu angka sitotari adat disi. Dang hot totaranmuna i di uhum hasintongan. Adat ni parjahat do i. Molo muruk hamu murukhon. Lanjutkan membaca “MANSOADAHON JAMBAR NI INA NAMABALU”

TUNGKOT SIALAGUNDI DI TANGAN SITUNGGIK

Monang Naipospos

Tungkot adalah alat bantu menuntun perjalanan. Bila turunan menopang badan agar tak terjerumus kebawah, bila mendaki menahan badan antuk lebih ringan melangkah.

Sialagundi adalah tumbuhan pinggiran hutan dengan perkampungan. Ada yang sengaja ditanam di “parik” pinggir jalan karena batangnya agak langsing panjang dan luru. Rantingnya juga lurus dan kuat. Saat dalam perjalanan dan merasa kelelahan dan butuh tongkat maka solusinya adalah ranting salagundi itu. Lanjutkan membaca “TUNGKOT SIALAGUNDI DI TANGAN SITUNGGIK”

ANTITESIS SIPELEBEGU

Monang Naipospos

Dalam PEMAHAMAN TENTANG BEGU DALAM TRADISI TOBA sudah saya uraikan tentang pemahaman apa itu begu dan praktik masa lalu dan masa kini.

Bicara Sipelebegu orang akan langsung menuding ke belakang. Itu praktik yang dilakukan para leleuhur. Namun, bila fakta silepebegu di cerna lebih mendalam, bahwa sipelebegu itu tidak terbatas jaman masa lalu, saat ini juga masih ada bahkan lebih masif. Lanjutkan membaca “ANTITESIS SIPELEBEGU”

BEDA DATU PARPULUNGAN DENGAN DATU PARJUJUNGAN

Nonang Naipospos

Dalam statusku, SIRONGIT TEMPAT TANDING PARA DATU, cenderung menjelaskan karakter datu dari pelatihan dan perguruan. Mereka para datu yang secara alami melatih diri meningkatkan kapasitasnya.
Ada yang bertanya; “Lalu bagaimana dengan datu yang jujunganon itu amang?” Nah itu beda.

Lanjutkan membaca “BEDA DATU PARPULUNGAN DENGAN DATU PARJUJUNGAN”

OLI – MULI

Monang Naipopos

Dalam pernikahan Batak Toba, kedua kata ini menjadi penunjuk adanya proses yang dilakukan seorang pria dan wanita.

Dalam ANAK TUBU BORU SORANG sudah diterangkan bahwa anak itu disebut “tubu” karena dia tunas yang langsung bertautan dengan batang utama,“bona”. Sementara boru itu disebut “sorang”, maisorang, datang dan kelak akan pulang. Lanjutkan membaca “OLI – MULI”

SIRONGIT TEMPAT TANDING PARA DATU

Monang Naipospos

Datu Pulungan adalah tabib pengobatan tradisional. Mereka mengenal obat penawar dan racun. Keseimbangan pengetahuan kedua hal itu menandakan kemampuan hadatuon mereka soal obatobatan. Beda dengan Datu Panusur, Datu Ari dan datu spesialis lainnya (Lho,… datu itu sebutan untuk beberapa kelompok spesialis ya.) Lanjutkan membaca “SIRONGIT TEMPAT TANDING PARA DATU”

TOGUTOGU RO

Monang Naipospos

Beberapa tahun belakangan saya dengar istilah ini. Saat saya konfirmasi maknanya, disebutkan dalam undangan diselipkan uang agar yang diundang itu memberikan ulos. Begitukah menurut yang anda tau?.

Kalau benar begitu maka abadilah kehendak masyarakat adat Batak Toba bahwa, kerennya ulaon pamuli boru/pangoli anak adalah banyaknya ulos yang diberikan uduran parboru.

Lanjutkan membaca “TOGUTOGU RO”