SMP Negeri 1 Balige Berpacu Dengan Kualitas

Monang Naipospos

SMP Negeri 1 Balige merupakan sekolah menengah pertama tertua di Tobasa. Berdiri tahun 1945. Diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menjadi SMP Negeri Balige tanggal 1 Juli 1951. Sekolah ini sudah menghasilkan banyak sumberdaya manusia unggulan yang sudah punya nama besar di negeri ini antara lain Jendral Purn. T.B. Silalahi. Beliau tercatat sebagai siswa pada 16 Juli 1951 dan tamat menerima ijajah lulus tanggal 25 Juli 1954. Pengacara kondang Luhut Pangaribuan juga menimba ilmu di sekolah ini dan lulus tahun 1971.
Lanjutkan membaca “SMP Negeri 1 Balige Berpacu Dengan Kualitas”

MUAL SITIOTIO DI BAKKARA

Monang Naipospos

Anda mungkin sudah pernah mandi di air bergerak. Bila air terjun, anda merasakan air menimpa, menekan anda ke arah bawah. Bila di sungai, anda merasakan anda didorong ke arah belakang. Pernahkan anda merasakan didorong ke atas? Datanglah ke Bakkara. Tepatnya di Desa Siunong Julu Kecamatan Baktiraja. Tidak jauh dari kompleks istana Raja Sisingamangaraja.
Lanjutkan membaca “MUAL SITIOTIO DI BAKKARA”

BAKKARA, KELAHIRAN SANG RAJA

Monang Naipospos

Banyak yang sudah tau, bahkan dunia banyak mengenal namanya. Sisingamangaraja, Raja orang Batak. Beliau mengaturkan hukum, adat, ketetaprajaan dengan konsep bius yang disempurnakan. Beliau menegakkan HAM, membebaskan orang dari pasungan, memberi pengampunan hukuman bagi yang bertobat dari kesalahan.
Lanjutkan membaca “BAKKARA, KELAHIRAN SANG RAJA”

REFLEKSI, LIMA TAHUN KABUPATEN SAMOSIR

Monang Naipospos [Apa perubahan di Samosir ?]

Saudara Suhunan Situmorang kirim SMS kepada saya tentang adanya rencana Pemerintah Samosir untuk membabat hutan 2000 HA untuk dijadikan taman bunga proyek investor Korea. Saya terkejut dengan kebijakan itu. Saya belum bisa memastikan kebenaran itu hanya dengan melalui pesan singkat. Saya jadi terkenang awal masyarakat Samosir mengimpikan daerah ini menjadi Kabupaten.

Lanjutkan membaca “REFLEKSI, LIMA TAHUN KABUPATEN SAMOSIR”

BEDA TASIK KENYIR DENGAN DANAU TOBA

Monang Naipospos [ Kita menang apanya? ]

Seorang teman memberikan sebuah majalah pariwisata Inside Sumatera volume 30 Juli tahun 2007 lalu kepada saya. Minggu lalu seorang teman wartawan datang kerumahku membaca semua artikel majalah itu dan tiba-tiba saya dikejutkan oleh teriakannya yang spontan; “aaah yaamang” . Saya terkejut, namun setelah melihat wajahnya yang senyum kecut, saya bertanya ada apa gerangan. Lanjutkan membaca “BEDA TASIK KENYIR DENGAN DANAU TOBA”

DURIAN DICARI, NILAM DIDAPAT

Monang Naipospos [Menelusuri Desa Meranti]

Tujuan ke Desa Meranti di Kecamatan Pintupohan Meranti adalah mencari durian. Desa ini saya kenal penghasil durian yang potensial. Bila anda mengatakan durian Bangkok sangat lejat, itu tandanya anda belum pernah menikmati durian Meranti. Sayang, ini tidak pernah dipopulerkan.
Lanjutkan membaca “DURIAN DICARI, NILAM DIDAPAT”

Masihol tu Muara

Monang Naipospos [ Memburu Mangga ke Muara ]

Kecamatan Muara di kabupaten Tapanuli Utara cukup terkenal dengan buah mangganya. Daerah ini memiliki potensi pertanian pangan (padi) plawija (bawang) perkebunan (mangga). Sejak memasuki daerah Muara dari Silangit, kita akan menebar pemandangan dan melihat pepohonan hijau terbentang hingga pulau nan indah Sibandang. Melewati Kota Muara menuju Lontung hingga Bakkara juga kita masih melihat pohon Mangga bertebar di sisi jalan.
Lanjutkan membaca “Masihol tu Muara”

Manusia dan Hewan Hidup Rukun di Taman Eden 100

Imran Napitupulu [Jelajah Taman Eden Tobasa]

Hutan hanya mungkin dikelola secara lestari oleh rakyat penghuni dan yang empunya hutan itu sendiri. Seperti dalil yang dirumuskan Chico Mendez. Seorang ekolog Brasilia. Pejuang pelestarian lingkungan, yang bekerja di rimba raya hutan tropik Amazona.

Lanjutkan membaca “Manusia dan Hewan Hidup Rukun di Taman Eden 100”