LESTARIKAN BATAKKU

Bungaran Antonius Simanjuntak [BATAK DI ANTARA IDEAL CULTURE VS REAL CULTURE]

Pengantar

Berkeinginan melestarikan kebatakan, itu berarti harus menelisik keseluruhan kebudayaan yang dimiliki, sekaligus berhadapan dengan budaya sekelilingnya, dan yang terpenting adalah pada saat yang bersamaan proses perubahan yang sedang berlangsung akan menghadang. Tidak ringan merealisasi keinginan itu. Untuk itu perlu mengetahui asset budaya apa yang pernah dan sedang dimiliki orang Batak. Lanjutkan membaca “LESTARIKAN BATAKKU”

HARAJAON INDONESIA

Ama Tamaguru Sianipar (Artikel ini ditulis tahun 2003)

Kata ‘harajaon’ berasal dari tiga suku kata marhara–raja–on. Marhara yang berarti menggerakkan sejumlah orang untuk berkumpul. Asal kata tersebut menjelaskan, di suatu zaman seorang tokoh yang dihormati menggerakkan sejumlah raja untuk berkumpul membicarakan hal–hal penting yang menyangkut kepentingan bersama. Lanjutkan membaca “HARAJAON INDONESIA”

SAPING BULANG-BULANG

Tulisan ini dikutip dari Catatan pertinggal Almarhum Gr. Mulia Pitara Siahaan tahun 1988 yang diberikan kepada bapak Raja Bilher Marpaung.

Saping ialah pakaian Kerajaan. Saping Singa ialah Pakaian Sisingamangaraja. Saping Padang Ursa ialah Pakaian Raja Sorinomba. Saping Gajah ialah Pakaian Panglima Kerajaan. Dan Saping Bulang-bulang ialah Pakaian Raja yang berjasa luar biasa.