KAPAN ULOS BATAK MENJADI KEBANGGAAN ?

Seorang putra Batak, Merdi Sihombing sejak setahun yang lalu sibuk mempersiapkan pengembangan ulos/songket Batak di bonapasogit utk persiapan show tahunan yang II setelah The FORBIDDEN BADUY 2006. Salah satu dari 12 fashion Designer Indonesia yg ditunjuk oleh Pemerintah {Departemen Perindustrian} utk pengembangan kain tenun tradisional Indonesia komoditi songket/ikat untuk daerah Provinsi SUMUT thn 2007.
Apa harapannya dalam menghargai nilai warisan budaya tersebut?

MERDI SIHOMBING
[Ethnical Fashion & Textile Designer]

Lanjutkan membaca “KAPAN ULOS BATAK MENJADI KEBANGGAAN ?”

KEARIFAN BUDAYA BATAK MENGELOLA LINGKUNGAN

Monang Naipospos

Ketika Siboru Deak Parujar memohon kepada Mulajadi Nabolon untuk diberi restu dan ruang berekspresi pada sebuah dunia baru, terciptalah planet bumi. Dalam mitologi Batak, beliaulah leluhur manusia pertama. Cinta dan cemburu atas penolakan Boru Deak Parujar yang konon semakin cantik setelah mendapat kekuatan baru dari Mulajadi Nabolon, Naga Padohaniaji turun ke bumi menemui Boru Deak Parujar mengutarakan rasa cinta. Penolakan Deak Parujar menimbulkan rasa kecewa Naga Padohaniaji, amarahnya membuat dirinya semakin meraksasa sehingga mampu mengguncang bumi hingga pecah berkeping.

Lanjutkan membaca “KEARIFAN BUDAYA BATAK MENGELOLA LINGKUNGAN”

PERJUANGAN WHOLISTIC RAJA SISINGAMANGARAJA XII

Paper Prof. Dr. Bungaran Antonius Simanjuntak untuk Seminar Nasional peringatan 100 tahun gugumya pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, tgl 26 Mei 2007 di Medan.

Prof. Dr. Bungaran Antonius Simanjunfak adalah Guru Besar Sosiologi dan Antropologi, serta Ketua Program Pasca Sarjana Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan

Perjuangan wholistic adalah perjuangan menyeluruh.

(Untuk selanjutnya ditulis Sisingamangaraja saja dengan maksud menunjuk kepada Sisingamangaraja XII)

Lanjutkan membaca “PERJUANGAN WHOLISTIC RAJA SISINGAMANGARAJA XII”

STRATEGI POLITIK SISINGAMANGARAJA XII

Dari Seminar

Peringatan 100 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja Xll
Deli Room Hotel Danau Toba Internasional, Medan 26 Mei 2007

STRATEGI POLITIK SISINGAMANGARAJA XII DALAM MERESPON PERUBAHAN SOSIAL POLITIK DI TANAH BATAK

Dr. phil. Ichwan Azhari, MS.
Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Lanjutkan membaca “STRATEGI POLITIK SISINGAMANGARAJA XII”

RUMA GORGA BATAK

Penulis : Ama Morlan Simanjuntak (Panggorga)

Gorga Batak adalah ukiran atau pahatan tradisional yang biasanya terdapat di dinding rumah bahagian luar dan bagian depan dari rumah-rumah adat Batak. Gorga ada dekorasi atau hiasan yang dibuat dengan cara memahat kayu (papan) dan kemudian mencatnya dengan tiga (3) macam warna yaitu : merah-hitam-putih. Warna yang tiga macam ini disebut tiga bolit.

Lanjutkan membaca “RUMA GORGA BATAK”

KEBUDAYAN BATAK DIANTARA PUTIK YANG BERKEMBANG

Ir. Sahala Simanjuntak

Arti Kebudayaan Batak

Yang diamksud dengan kebudayaan Batak yaitu seluruh nilai-nilai kehidupan suku bangsa Batak diwaktu-waktu mendatang merupakan penerusan dari nilai kehidupan lampau dan menjadi faktor penentu sebagai identitasnya.
Refleksi dari nilai-nilai kehidupan tersebut menjadi suatu cirri yang khas bagi suku bangsa Batak yakni : Keyakinan dan kepercayaan bahwa ada Maha Pencipta sebagai Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta segala sesuatu isinya, termasuk langit dan bumi.

Untuk mewujudkan keseimbangan dalam menjalankan nilai-nilai kehidupan sebagai mahluk sosial yang selalu berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, Tuhan Maha Pencipta sebagai titik orientasi sipritualnya, alam lingkungan sebagai objek integritasnya suku bangsa Batak telah dinaungi Patik. Patik berfungsi sebagai batasan tatanan kehidupan untuk mencapai nilai-nilai kebenaran. Patik ditandai dengan kata Unang, Tongka, Sotung, Dang Jadi.
Sebagai akibat dari penyimpangan tatanan kehidupan yang dimaksud dibuatlah Uhum atau Hukum. Uhum/Hukum ditandai oleh kata; Aut, Duru, Sala, Baliksa, Hinorhon, Laos, Dando, Tolon, Bura dsb.

Didalam menjalankan kehidupan suku bangsa Batak terutama interaksi antara sesama manusia dibuatlah nilai-nilai antara sesama, etika maupun estetika yang dinamai Adat.
Suku bangsa Batak mempunyai system kekerabatan yang dikenal dan hidup hingga kini yakni Partuturon.
Peringatan untuk tidak melanggar Patik itu ditegaskan dengan kata Sotung. Dan mengharamkan segala aturan untuk dilanggar dikatakan dengan kata Subang.

Makna Kebudayaan Batak

Tata nilai kehidupan suku Batak di dalam proses pengembangannya merupakan pengolahan tingkat daya dan perkebangan daya dalam satu sistem komunikasi meliputi :

a. Sikap Mental (Hadirion)
· Sikap mental ini tercermin dari pepatah : babiat di harbangan, gompul di alaman.
· Anak sipajoloon nara tu jolo.

b. Nilai Kehidupan (Ruhut-ruhut Ni Parngoluon)
Pantun marpangkuling bangko ni anak na bisuk. Donda marpangalaho bangkoni boru na uli. (pantun hangoluan tois hamagoan).

Cara Berpikir (Paningaon)

Raja di jolo sipatudu dalan hangoluan.
Raja di tonga pangahut pangatua, pangimpal, pangimbalo (pemersatu).
Raja di pudi siapul natangis sielek na mardandi

Cara Bekerja (Parulan)

Mangula sibahen namangan
Maragat bahen siinumon

Logika (Ruhut, Raska, Risa)

Aut so ugari boru Napitupulu na tumubuhon au, dang martulang au tu Napitupulu

Etika (Paradaton)

Tinintip sanggar bahen huru-huruan
Nisungkun marga asa binoto partuturon

Estetika (panimbangion)

Hatian sora monggal ninggala sibola tali

Rangkuman

Pandangan Umum.

Budaya berasal dari bahasa sanskerta yaitu Budhayah bentuk jamak dari budi dan akal. Sedangkan kata budaya ialah perkembangan majemuk dari budidaya yang berarti daya dan budi.
Hakekat budaya adalah hasil daya dari budi berupa Cipta, Karsa, Rasa.
Defenisi kebudaytaan adalah sejumlah kepandaian dan pengalaman-pengalaman generasi-generasi angkatan manusia, yang telah dipelajarkan pada tiap-tiap generasi baru dan yang tersusun dalam masyarakat.
Salah satu aspek kebudayaan adalah ADAT. Adat ialah segala sesuatu kebiasaan-kebiasaan generasi-generasi angkatan manusia, yang telah dipelajarkan pada tiap-tiap generasi baru; telah tersusun rapi dalam masyarakat dan dibatasi oleh norma-norma tertentu.

Pandangan Khusus

Pemahaman suku bangsa Batak tentang mikro kosmos dan makro kosmos dimana hubungan manusia Batak dengan Tuhannya, hubungan manusia Batak dengan manusia lainnya, manusia Batak dengan alam lingkungannya selalu di batasi oleh patik dan uhum.
Itu berarti tatanan kehidupan suku Batak dari dulu hingga sekarang ini telah diatur oleh suatau sistem yaitu Budaya, dalam bahasa Batak lebih diartikan sebagai UGARI.

LOGIKA

Budaya Batak mencerminkan nilai-nilai peradaban yang tinggi sehingga suku bangsa Batak mengakui Tuhan Maha Pencipta sebagai orientasi spritualnya.
Suku bangsa yang tidak mempunyai budaya adalah suku bangsa yang tidak mengenal Tuhan dan disebut biadab.

Bookmark and Share

Tautan :
Piso Solam Debata
Sangkamadeha
Makna Ragam Hias Ruma batak
NILAI FILOSOFI RUMAH ADAT BATAK
Ruma Gorga