Zulkarnain Siregar
waktu itu kudengar kicau pilu sepasang pungguk
yang hinggap di sebatang cemara, kaku ringkih
di sepanjang pagi utara jalan menuju bukit toba
tentang tanah menanti pepohonan rindang lalu
membungkus bumi dari keserakahan siang yang
tiada berhingga meluruh dedaunan tanpa tersisa
Lanjutkan membaca “Masihkah Cemaraku di Toba?”