ADAKAH TORTOR SIPITU SAWAN?

Monang Naipospos

Sekarang ini marak kelompok tari mempelajari dan menari kreasi dengan meletakkan tujuh cawan kecil di tubuhnya. Saya sering bertanya, apakan ini warisan dari leluhur?

Pertama sekali tarian ini ditampilkan penari Yayasan Pusuk Buhit Sakti asuhan alm Sorimangaraja Sitanggang, binaan istri beliau Sedihma Silalahi.

Satu ketika ibu Sedihma datang ke rumah saya minta bantuan penari penyambutan Presiden Jokowi pertama sekali ke Toba. Saat itu saya membina Sanggar Pande Nauli. Lanjutkan membaca “ADAKAH TORTOR SIPITU SAWAN?”

FILOSOPI TUAK

Monang Naipospos

Mungkin anda penggemar kopi ada mendengar atau membuat sendiri kalimat yang memenuhi makna FILOSOPI KOPI. Namun itu tidak masuk dalam kebudayaan lama, apalagi di Toba.

Toba mengenal tuak dalam kebudayaan dan adat istiadat yang disebut Tuak Natonggi atau Tuak Tangkasan. Tuak Natonggi adalah yang rasanya manis, tuak tangkasan juga rasanya manis. Tuak tangkasan adalah asli tanpa campuran, dan itulah tuak natonggi. Lanjutkan membaca “FILOSOPI TUAK”

TATA GUNA ULOS TOBA, HOBA HOBA DAN HANDE HANDE

Monang Naipospos

Ada penggunaan pemakaian ulos yang sudah salah kaprah saat ini. Kesalahan ini sudah terjadi sejak lama, bahkan sudah mulai sejak jaman penjajahan. Siapa memelintir makna tidak akan terjadi apaapa. Saat itulah pergeseran terjadi.

Adakan anda lihat Ulos Pinunsaan dipakaikan jadi abit atau hobahoba? Itu yang digunakan melilit pinggang hingga kaki? Ini sudah lajim saat ini.

Ada alasan yang terdengat, agar motif yang indah itu terlihat. Karena bila hanya digunjakan sebagai handehande, motif itu tak terlihat. Itulah alasan “hatihalon dan hatuiton” dibandingkan mereka yang mengerti makna. Lanjutkan membaca “TATA GUNA ULOS TOBA, HOBA HOBA DAN HANDE HANDE”

SURANTI, TENUN IKAT TOBA

Monang Naipospos

Siapa yang terima bila kebiasaan yang sudah lama dilakoni menjadi pemahaman baru, bahkan sudah jadi budaya baru, disebut salah? Sudah berakar lama sebutan tenunan ini TUMTUMAN.

Pada masa lalu, tenunan ini dibuat ikat pinggang para raja raja yang disebut SURANTI. Digunakan menjadi kepala pengunci “Abit” dari ulos Simarinjam sisi. Kelengkapan pasangan pakaian ini adalah; handehande surisuri nanirintaran (surisuri na marpunsa) dan tali-tali “tumtuman” (kain hitam rambu merah). Lanjutkan membaca “SURANTI, TENUN IKAT TOBA”

SIMATA GODANG

Monang Naipospos

Leluhur Batak Toba sejak jaman dulu sudah mengenal permata dan barang hiasan emas dan perak lainnya. Untaian permata ini disebut Simata Godang yang biasa digunakan pria dan ponding simata untuk para wanita. Mereka pada umumnya orang terpandang di masyarakat.

Selain pakaian kebesaran dari tenunan pakaian tertinggi, ada juga asesori puntu dan leang, ponding dan sitepal.

Apabila anda adalah keturunan ompu yang bergensi dalam kehidupan masa lalu dan memiliki Simata Godang asli maka rawatlah sebagaimana leluhur merawatnya di masa lalu. Lanjutkan membaca “SIMATA GODANG”

TATA RIAS PENGANTIN TOBA

Monang Naipospos

Sudah lama kita melihat riasan pengantin Toba ala Jawa dan Melayu dengan topi kerucut itu. Sebenarnya, adakah cara Toba yang patut ditiru dan dikembangkan?

Ya, inilah dia. Saat pernikahan Jesral Tambun semua diadakan beraksen Toba.

Gondang Sabangunan, manortor Toba (jauh dari hurahura dan marhujingjang) dan tata rias kepala dan pakaian pengantin Toba.

Lihat dalam photo. Lanjutkan membaca “TATA RIAS PENGANTIN TOBA”

PELESTARIAN BUDAYA, KATANYA

Monang Naipospos

Banyak kelompok dan grup di FB dan WA yang bergenre Pelestarian Budaya dan Adat Batak. Banyak yang mengundang saya di FB dan melibatkan langsung di WA.

Jarang saya memberi umpan disana dan tidak pernah berkomentar. Pernah pertama sekali saat populernya group FB saya memberi pendapat, lalu diserang habis oleh mereka yang tidak saya kenal. Mereka kebanyakan kaum muda yang sebaya anak sulung saja. Ampun …….., saya tidak pernah lagi memasuki grup seperti itu. Dan dari GWA perlahan menunggu waktu saya keluar agak lebih senyap. Lanjutkan membaca “PELESTARIAN BUDAYA, KATANYA”

BEDA DATU PARPULUNGAN DENGAN DATU PARJUJUNGAN

Nonang Naipospos

Dalam statusku, SIRONGIT TEMPAT TANDING PARA DATU, cenderung menjelaskan karakter datu dari pelatihan dan perguruan. Mereka para datu yang secara alami melatih diri meningkatkan kapasitasnya.
Ada yang bertanya; “Lalu bagaimana dengan datu yang jujunganon itu amang?” Nah itu beda.

Lanjutkan membaca “BEDA DATU PARPULUNGAN DENGAN DATU PARJUJUNGAN”