ANGSA HITAM DI TEPIAN TOBA

Sulaiman Sitanggang (CEPITO 001)

Pada suatu siang di pertengahan Mei 2010 bertempat di sebuah cafe sederhana berlokasi di tepian Danau Toba yang kembali akan saya katakan memiliki potensi dan keindahan yang istimewa. Entah sudah berapa ribu kali ungkapan dan tulisan tentang Danau Toba dan kawasan sekitarnya menjadi topik yang sering saya utarakan. Itu juga yang mengundang kehadiran saya dan beberapa sahabat dalam sebuah pertemuan yang tak terduga. Hanya sebuah SMS telah cukup untuk mempertemukan orang orang yang berasal dari berbagai ragam perbedaan. "Hei anak muda, ayo ngopi, kita duduk dan bertemu di tepian Toba. Kami berangkat sekarang." Demikian pesan yang saya terima.

Lanjutkan membaca “ANGSA HITAM DI TEPIAN TOBA”

NGIDAM VERSUS PHOBIA

Jones Gultom

NGIDAM itu lawannya phobia. Yang satu tiba-tiba suka, satunya lagi serta-merta benci. Dua perilaku mendadak ini kadang suka bikin kita gemes. Ngidam biasa datang pas hamil. Mintanya suka aneh-aneh. Dikasih durian, kulitnya yang dimakan. Biasa enggak suka pedas, kini makan nasi pun pake cabe bulat-bulat, rawit pula. Ampun kita dibuatnya. Phobia lain lagi. Sering naik turun gunung, eh tahu-tahunya takut kecoak. Dikenal hobi ngebut-ngebut dan tak kenal takut, rupanya sama kodok aja kecut. Ada ratusan jenis phobia ini.
Lanjutkan membaca “NGIDAM VERSUS PHOBIA”

MABUK

Jones Gultom

SEKALI waktu ketika main-main ke Tigalingga, Sidikalang, aku terkekeh-kekeh mendengar cerita para ompu di parker tuak, tentang pengalaman mereka mabuk. Rupanya ada seorang jago minum. Julukannya aja si tuak. Maklum namanya juga di kampung, tuak lebih diminati daripada minuman botol. Yang cerita ini juga dah tua. Dah ubanan, ceking, ompong pula. Dengan logat Karo-Pakpak, setengah mabuk, dia pun bertutur. “Ia…dah empat teko diminumnya, tak tenggen-tenggen dia.. Tapi teko kelima bilang pintu pun enggak tahu. Mana punti…mana punti..katanya,  ketawa kami setengah mati!!”

Lanjutkan membaca “MABUK”

CALEG JADI KOLLEKTOR

Monang Naipospos

Ambisi menjadi anggota legislatif untuk ukuran kabupaten di hamion ditempuh dengan beragam cara. Para politikus instan dan yang berpengalaman tidak jauh beda. Keputusan ada di tangan rakyat. Rakyat tidak perduli yang akan berbuat baik atau akan menjadi destroyer, “ada duit ada suara” itulah market pemilu yang yang disebut sebagai pesta rakyat.

Lanjutkan membaca “CALEG JADI KOLLEKTOR”