Sulaiman Sitanggang (CEPITO 001)
Pada suatu siang di pertengahan Mei 2010 bertempat di sebuah cafe sederhana berlokasi di tepian Danau Toba yang kembali akan saya katakan memiliki potensi dan keindahan yang istimewa. Entah sudah berapa ribu kali ungkapan dan tulisan tentang Danau Toba dan kawasan sekitarnya menjadi topik yang sering saya utarakan. Itu juga yang mengundang kehadiran saya dan beberapa sahabat dalam sebuah pertemuan yang tak terduga. Hanya sebuah SMS telah cukup untuk mempertemukan orang orang yang berasal dari berbagai ragam perbedaan. "Hei anak muda, ayo ngopi, kita duduk dan bertemu di tepian Toba. Kami berangkat sekarang." Demikian pesan yang saya terima.