Pak Donald di Mata Hati Saya

MJA Nashir

28 Mei 2007, ketika malam di Pantura Jawa terasa dingin, saya terima kabar via sms; “Mas, bapak sudah pulang ke rumah Tuhan”. Rasanya angin semakin dingin, tak sekadar tulang yang ngilu. Tapi juga hati ini ! Kenyataan harus dihadapi, Donald Hutabarat, sahabat terbaik di planet Bumi ini telah pergi untuk selama-selamanya, di usianya yang ke 57 .

Lanjutkan membaca “Pak Donald di Mata Hati Saya”

SURAT TERAKHIR

John Ferry Sihotang

Telah kuminum segala hikmat dunia, dari piala yang sudah diberkahi. Membaca kitab-kitab kebijaksanaan terhebat, mereguk semua anggur paling nikmat, mengidungkan nyanyian dan mensyairkan sajak-sajak paling indah, hingga menjalani sudut kota-kota paling megah yang kupuja bertahun-tahun. Sampai aku lupa asalu-sulku. Lupa pulang merindu kampung halaman, bumi moyangku yang sekarang dikhianati anak-cucunya sendiri. Disayat anak-cucunya sendiri dengan sembilu.

Lanjutkan membaca “SURAT TERAKHIR”

Lelaki yang Ingin Dikubur di Samosir itu Bernama Nahum Situmorang

Suhunan Situmorang

SUDAH 40 tahun ia wafat, namun namanya kian sering disebut-sebut. Lagu-lagu gubahannya pun tiada putus disenandungkan; menghibur orang-orang, menafkahi pekerja dunia malam, mengalirkan keuntungan bagi pengusaha hiburan dan industri rekaman. Tapi, orang-orang, khususnya etnis Batak dan yang familiar dengan lagu Batak, segelintir saja yang tahu siapa dia sesungguhnya. Ironisnya lagi banyak yang tak sadar bahwa sejumlah lagu yang selama ini begitu akrab di telinga mereka, lahir dari rahim kreativitas lelaki yang hingga ajalnya tiba tetap melajang itu.
Lanjutkan membaca “Lelaki yang Ingin Dikubur di Samosir itu Bernama Nahum Situmorang”