Keputusan Merlin

Suhunan Situmorang

SEKUAT tenaga Merlin menenangkan dirinya yang mulai goyah melanjutkan keputusannya. Dibacanya lagi tiket Lion Air yang ia beli setiba di Bandara Polonia, seakan belum yakin jam keberangkatan pesawat terakhir yang akan ditumpanginya. Ia berusaha keras untuk meyakinkan dirinya bahwa keputusannya tak salah. Bilapun sanak-saudara serta orang sekampungnya akan menyalahkan dan menganggap dirinya keterlaluan dan kejam, apa boleh buat. Hidup harus memilih, sepedih apapun akibatnya.
Lanjutkan membaca “Keputusan Merlin”

Kebaya Pengantin

Suhunan Situmorang

TARINA sadar malam sudah tua, namun resah yang sudah berbilang minggu menggelinjang di hatinya, membuat dirinya tak bisa tidur. Dibukanya lagi jendela depan rumah kayu berkolong itu seraya melepas pandang ke hamparan sawah dan danau yang samar-samar terlihat di kejauhan. Malam tak begitu gelap, bulan purnama merayap ke ufuk barat. Sunyi malam sesekali diusik suara jangkrik.
Lanjutkan membaca “Kebaya Pengantin”

HIKAYAT BORU NAPUAN

Monang Naipospos

Raja Mangatur (II) Manurung menikah dengan Nantiraja Boru Rumapea putri dari Pu Lahang Mahua Rumapea dari pulau Samosir. Raja Mangatur (II) Manurung adalah kakek dari Tuan Sogar Manurung.

Pu Lahang Mahua Rumapea memiliki tiga orang putra dan tiga orang putri. Ketiga orang putranya itu adalah 1. Puraja Naginjang, 2. Guru Badia, 3. Raja Natota. Dan ketiga orang putrinya adalah :

Lanjutkan membaca “HIKAYAT BORU NAPUAN”

RAPOT NI ANGKA PIDONG

Dari Ceritera Rakyat Batak

Boi dohonon ianggo angka Ompunta parjolo tung nabisuk situtu do.
Parpoda do nasida jala siboto ruhut Si Pahot Paruhuman. Ragam do dalan dipatupa nasida manupehon ajar dohot poda na tur, sada sian i ima marhite angka turiturian. Diraksahon angka ompunta parjolo do rumang ni angka bangko dohot parrohaon ni angka jolma marhite sian angka jadi-jadian na asing tinompa ni Debata.

Lanjutkan membaca “RAPOT NI ANGKA PIDONG”