PERANG TAMPAHAN

Humala Simanjuntak

Perang Gerilya antara Belanda dan tentara RI di sepanjang jalan raya Kecamatan Tampahan lereng Dolok Tolong terjadi pada tanggal 22 Desember 1948. Perang Tampahan adalah bagian dari perang Balige yang sampai ke daerah Pintu pintu, yaitu bagian dari jalan raya lintas Sumatera. Perang Balige cukup seru karena ada tembakan balasan dri tentara gerilya, tetapi Perang Tampahan lebih seru dan mencekam karena banyak korban berjatuhan, yaitu tentara gerilya yang gugur di sekitar Gereja Tampahan karena diserang oleh pesawat mustang dari udara. Sekarang Tampahan sudah menjadi Kecamatan dengan Ibu kota nya Balige yang jaraknya sekitar lima kilometer dari kota Balige dan di sekitar lereng gunung Dolok Tolong. Tampahan terkenal dengan Gerejanya yang terletak di sebelah kiri jalan raya lintas Sumatera, letaknya di tanah yang lebih tinggi dari jalan terlihat cantik berasitektur Jerman.

Lanjutkan membaca “PERANG TAMPAHAN”

Pangulu Balang di Pulo Samosir

Ria Sitorus

“Tanpa pemahaman sejarah, jiwa generasi muda akan kosong. Mereka akan menjadi orang-orang pintar yang menjual bangsa dan negaranya sendiri,” demikian sebuah kalimat bijak yang penulis kutip dari sebuah tulisan bertajuk “Kreatif Budaya” di sebuah koran Nasional (Kompas 09/12/2012).

Barangkali pemikiran demikianlah yang menjadi landasan bagi Idris Pasaribu, seorang sastrawan dan budayawan Kota Medan yang sekaligus sebagai ketua KSI-Medan, untuk mengajak kami (anggota KSI-Medan) melakukan karya-wisata ke Pulau Samosir.

Aktifitas dan segala problema kehidupan terkadang menghambat laju kreatifitas seseorang. Sehingga perlulah mencari tempat-tempat yang indah untuk “wisata bhatin”.

Pulau Samosir tentu menjadi pilihan tepat yang sangat refresentatif bagi kami. Selain panoramanya yang nan eksostis, juga masih banyak misteri yang belum terungkap di sana. Pulau Samosir—adalah sebuah pulau di dalam peta Pulau Sumatera. Dan Danau Toba—adalah sebuah danau yang penuh misteri.

Lanjutkan membaca “Pangulu Balang di Pulo Samosir”

SOPO BUDAYA atau PARTUNGKOAN, Mampukah..?

Manahara Tambunan

                       —————————————————-

Manahara TambunanSebuah imajinasi Esai untuk mendukung kualitas kesenian dan kebudayaan guna menopang kepariwisataan di Toba(Sa)mosir.

—————————————————–

 

  “Aku mengandalkan kemampuanku untuk mengkritik diriku sendiri, untuk meneliti ke dalam diriku sendiri. Di samping itu aku juga menghargai kritik sesama manusia, sebagai rangsangan untuk perkembangan baru. Pandanganku di dalam kemasyarakatan pun sama; aku mengandalkan kemampuan masyarakat untuk mengkritik dirinya sendiri, untuk meneliti dirinya sendiri”. -W.S. Rendra (dalam Mastodon dan Burung Kondor 2011: 117).

Pengantar:    

APAKAH kita tahu bahwa seni, budaya dan pariwisata memiliki bangunan masing-masing atas kata itu sendiri?. Bukankah kita mengetahui bahwa seni, budaya dan pariwisata memiliki masing-masing defenisi yang luas atas makna yang terkandung di dalamnya?. Apakah ketiga kata ini akan menjadi sebuah Mahakarya yang sangat bernilai tinggi bila saling merangkul  dan menopang satu sama lain?.  Bisakah kita membangun sebuah opini untuk kita hayati dan renungkan, bahkan kita realisasikan bersama?

Lanjutkan membaca “SOPO BUDAYA atau PARTUNGKOAN, Mampukah..?”

Aspek dasar spiritualisme suku bangsa Batak Toba

Sahala Simanjuntak

Langit napitu tindi, Ombun napitu lampis

Mempunyai batas tak bertepi :

Pembahasan  spiritualisme Batak ini lebih termakna dari dasar spiritualisme Batak Toba tetapi tidak menutup kemungkinan persamaan pemahaman dengan suku bangsa Batak secara keseluruhan (Karo, Simalungun, Pakpak/Dairi, Angkola /Mandailing), yang membedakan kemungkinan hanyalah segi bahasa. Apa itu spiritualisme? Dasar katanya adalah spirit, yang biasa diterjemahkan dengan Roh atau Semangat. Spirit telah ada pada diri manusia sebelum dia dilahirkan kemuka bumi ini, yaitu adanya nilai-nilai yang mendorong seseorang mengarah kepada dunia dan merespon dunia secara etis. Pengalaman manusia ini setelah ianya dilahirkan kedunia melampaui apa yang diajarkan agama, rumusan dogma serta ketaatan ritual. Ada 3 kemampuan yang berperan penting dalam proses selektifitas ini, yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual.  Kecerdasan spiritual diperlukan untuk memampukan seseorang bertindak etis.

Lanjutkan membaca “Aspek dasar spiritualisme suku bangsa Batak Toba”

Prasasti Dolok tolong

Humala Simanjuntak

Eksistensi prasasti Dolok Tolong dinyakini merupakan bukti utama atas persinggungan budaya batak dengan pradaban Hindu dan Budha di Indonesia. Prasasti Dolok Tolong merupakan Prasasti atas existensi, orang Majapahit di Tanah Batak

Saat itu Pasukan Marinir Kerajaan Majapahit, mengalami kekalahan pahit di Selat Malakka, mereka melalui Sungai Barumun menyelamatkan diri ke daratan Sumatera sampai ke suatu daerah di Portibi Tapanuli selatan, Disana mereka dicegat, di hadang masyarakat, sehingga mereka melanjutkan pelarian kearah utara ke Bukit Dolok Tolong di daerah Tampahan Balige. Di Gunung itulah mereka meminta suaka politik kepada seorang Raja dari Rumpun Marga Sumba (Isumbaon), yaitu Tuan Sorbadibanua yang saat itu menguasai daerah tersebut.

Lanjutkan membaca “Prasasti Dolok tolong”

BATUK SINABUNG, TOBA DAN BLACK HOLE

Jones Gultom

sinabungSangat rasional jika “batuknya” Sinabung dikaitkan sebagai indikasi akan ketakseimbangan sturuktur bukit barisan yang mengakar sampai ke pesisir Sumatera. Dan amat logis pula, jika kemudian kekhawatiran terbesar adalah dampaknya terhadap konsistensi penopang Danau Toba seperti dilansir beberapa media, mengutip pridiksi ilmuwan. Apalagi wacana menyebut, Samosir kini retak, rawan terbelah dua. Getaran Sinabung tentu membentuk pola baru dalam lapisan tanah, di persekitaran Danau Toba.

Lanjutkan membaca “BATUK SINABUNG, TOBA DAN BLACK HOLE”

RUU Pornografi, Mengapa Ditolak?

Hotman Jonathan Lumbangaol

Ada desas-desus rencana undang-undang (RUU) pornografi akan disahkan hari ini (24/10). RUU yang disiratkan melindungi kaum perempuan dan anak-anak terhadap bahaya pornografi, nyata-nyata malah mengkriminalisasi perempuan dan anak-anak. Sendari dulu RUU pornografi selalu kontroversi, mengatur ranah pribadi yang seharusnya tidak bisa dimasuki negara.
Lanjutkan membaca “RUU Pornografi, Mengapa Ditolak?”