Catatan untuk para pengagum I.L. Nommensen

Limantina Sihaloho*

Di luar sudah sepi dan mulai gelap padahal baru pukul 4:00 sore. Dingin. Pohon-pohon meranggas tanpa daun kecuali cemara. Saya berjalan cepat-cepat menuju ruangan yang hangat. Waktu itu awal Desember 2006 di Christian Jensen Kolleg, Breklum, Jerman. Saat berjalan itu, pikiran saya tak dapat lepas dari Ingwer Lodewijk Nommensen ( 1834 – 1918 ) yang terkenal karena dedikasinya mengkristenkan suku bangsa Batak. Kampungnya di Noordstrand, sekitar 20 menit naik mobil dari Breklum. Pikiran saya dipenuhi pertanyaan: Bagaimana kira-kira keadaan Noordstrand pada abad ke-19? Bagaimana kehidupan orang-orang miskin seperti I.L. Nommensen dan keluarganya di era di mana listrik belum ada? Alangkah beratnya hidup di Eropa terutama di musim dingin pada zaman itu terlebih-lebih bagi orang-orang miskin seperti keluarga Nommensen.

Lanjutkan membaca “Catatan untuk para pengagum I.L. Nommensen”