150 Tahun Masa Diam
Sulaiman Sitanggang (Cepito 13)
Beberapa hari yang lalu, saya menyempatkan berhenti di sebuah kota transit di kawasan Tapanuli, yaitu Balige. Kota kecil yang kian ramai sebab letak strategisnya yang menghubungkan beberapa Kabupaten, seperti Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan. Balige tampil sebagai salah satu titik sentral formasi bintang dari lima kabupaten dan segala pergerakan massa di dalamnya. Bagaimana tidak, hanya perjalanan 15 menit Bandara Silangit siap menerbangkan pelancong dari dan ke Bumi Tapanuli. Dan Balige tampil sebagai salah satu kota pendidikan dan kota sejarah yang disegani di Tapanuli. Setiap tahunnya, ribuan orang beranjak dari kota pendidikan itu menuju arah rantau yang jauh dan penuh tantangan. Ibarat pintu gerbang peradaban, Balige menjadi penjaga sekaligus penyaring keluar masuk kebudayaan ke Bumi Tapanuli.